Tri Sula dan Hyang Semar

Friday, October 1, 2010


Majapahit. Source : I Made Sukanti.

Roda terus berputar, waktupun silih berganti, segala kejadian-pun tidak pernah dapat kita bayangkan sebelumnya, kita sebagai umat manusia dengan segala keterbatasannya hanya dapat melakoni, dan kita sangat percaya bahwa Sang Waktu dan segala yang terjadi di dunia ini ada yang mengatur serta mengendalikannya.

Di Awal bulan Agustus 2010, para pinisepuh se-nusantara (Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulewesi, Nusa Tenggara, Maluku, Irian) berkumpul di Mojokerto - Jatim untuk membahas masalah yang sedang terjadi di Nusa dan Bangsa ini, Ida di Kedhatuan Kawista juga mendapatkan undangan untuk menghadiri acara tersebut.

Dengan adanya pertemuan agung itu kita berharap ada perubahan pada bumi Nusantara kedepan kearah yang lebih baik, seperti apa yang kita harapkan dan kita cita-citakan oleh para pendahulu kita demi kejayaan Nusantara yang gemah ripah loh jinawi.

Dahulu, Nusantara ini sangat disegani dan ditakuti oleh bangsa dan negara-negara tetangga, suaranya sungguh menggelegar dan menggetarkan jiwa di seantero dunia, coba simak sejarah para pemimpin Negara ini, mulai pada jaman kerajaan-kerajaan sampai pada jaman Republik yang dipimpin oleh Bung Karno. Evolusi bergulir dengan berselangnya sang waktu dan Revolusi kini sepertinya sudah nampak diambang pintu, hal ini tidak mustahil akan terjadi karena Sang Waktu telah mengatur. Mari kita panjatkan doa semoga Nusa dan Bangsa ini terselamatkan dari segala rintangan dan marabahaya demi kelangsungan Negara serta kesentosaan anak cucu kita nanti.
--------------------------
Pada malam tahun baru 2010, Ida nangiang (membangunkan) Pusaka Tri Sula yang berada di Puncak Gunung Semeru - Lumajang (Jatim). Demikian juga Ida nangiang (membangunkan) Arca Bhagawan Manu (Hyang Semar) di sebuah pula kecil di daerah Malang (Jatim), nama pulaunya belum diketahui.

2 Responses to Tri Sula dan Hyang Semar

  1. WONG JAWA Says:
  2. Rahayu ..., salam kenal ...

    http://majapahit1478.blogspot.com

     
  3. Ora usah nglamun, wong sa indonesia yen arep joyo makmur, kudhu sadar karo prilaku paketine dhewe, yen arep ngrubah mulai seko awake dhewe.
    Lha wong sing dikarepke yo kui toh, ora gelem di atur ratune dhewe,
    karepe reformasi, demokrasi karo a-kulturasi. nora dhuwe jatidiri.
    Dhadine yo mangkene karma-ne dhewe. Yo iki dadine yen Betoro utowo ratu keblinger wadon, nglahirke murko kolo kharam, balelo menyang wong tuwo.
    Ora bakal brubah nasib-e yen ora arep mulai awake dhewe ngawiti.
    Yen arep mulai owah, iso ugo dadhi makmur lan joyo, lamun tangeh yen siro ngerti.

    Sedulur tuwo

     

Post a Comment

Baca Juga Artikel Lainnya :

Klub Bisnis Internet Berorientasi Action
lowongan investasi kerja di internet
internet marketing

Recent Comments

free counters